![]() |
| Teras Berajah Icon (01/06/2017) |
Kamu
mungkin sudah enggak asing lagi sama sebuah ungkapan, ‘Tidurnya orang puasa itu ibadah’,
bukan? Kalau iya, kita sama. Setiap kali memasuki bulan puasa kita selalu
mendengar kalimat tersebut diperdengarkan dimana-mana. Entah dipengajian, di
televisi, di televisi yang nyiarin pengajian, dan paling sering kita dengarkan
dibulan Ramadhan. Tapi benarkah tidurnya orang puasa itu termasuk ibadah?.
Banyak
pertanyaan yang timbul di benak saya waktu mendengar kalimat tersebut. Mulai
dari siapa perawi atau orang yang meriwayatkan hadits tersebut berserta sekuat
apa kebenarannya?. Itulah kenapa saya
tidak mau langsung menelan mentah-mentah kalimat ini.
Berbekal
rasa penasaran yang begitu besar juga kuota internet yang berlimpah, plus rasa bosan nge-stalking time line mantan
terus-terusan, akhirnya saya berinisiatif untuk mencari tahu tentang kebenaran
dari hadits tersebut di internet. Mengejutkannya, hasil dari pencarian tersebut
benar-benar diluar dugaan saya sebelumnya.
Awal
dari terkemukanya ungkapan ini adalah sebuah hadits yang dituliskan oleh
Al-Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya As-Syu’abul Iman 3/1437 yang artinya:
“Tidurnya
orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat
gandakan (pahalanya), do’a nya dikabulkan dan dosanya diampuni.”
Sebelumnya
beliau Al-Imam Al-Baihaqi memang sudah menyebutkan bahwa hadits ini adalah
termasuk kedalam hadits dho’if atau hadits lemah. Akan tetapi menurut para
muhaddits lain status hadits ini bukan hanya dho’if lagi tapi sudah sampai ke
derajat maudhu’ (palsu).
Benar
memang, ada beberapa point yang ada dalam kalimat tersebut yang sesuai dengan
hadits-hadits shahih. Seperti, masalah dosa yang diampuni, pahala yang dilipat
gandakan, kamu yang suka ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, *Eh.
Tapi
balik lagi siapa perawi dari hadits tersebut. Dia adalah Sulaiman bin Amr
An-Nakhahi. Yang kedudukannya adalah ‘Pemalsu
Hadits’. Saya ulangi lagi bahwa kedududukannya adalah ‘PEMALSU HADITS’ nah lho!.
Hal
senada juga disampaikan oleh Al-Iraqi, yaitu bahwa Sulaiman bin Amr ini
termasuk kedalam listnya orang-orang yang pekerjaannya memang memalsukan hadits.
Belum
lagi komentar dari Al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah
beliau mengatakan bahwa si Sulaiman ini memang benar-benar seorang ‘Pemalsu Hadits’.
Ada lagi
komentar yang lebih pedas tentang si Sulaiman ini. Yaitu ungkapan dari Yahya
bin Ma’in , beliau tidak hanya mengatakan bahwa si Mr. S ini adalah seorang
pemalsu hadits tapi beliau juga menambahkan bahwa dia adalah “Manusia paing
pendusta di muka bumi ini.”
Imam
Ibnu Hibban juga tidak mau ketinggalan mengomentari si Mr. S ini. beliau
mengatakan kalau, “Sulaiman bin Amr An-Nakha’I adalah orang Baghdad yang secara
lahiriyah merupakan orang shalih, sayangnya dia memalsu hadits.”
Keterangan
ini bisa kita dapati dalam kitab Mizanul I’tidal.
Nah
gimana? Masih mau ngabisin banyak waktu buat tiduran lagi pas bulan puasa kaya
gini? Saya rasa keterangan tegas dari para ahli hadits senior tersebut sudah cukup
untuk meyakinkan kepada kita semua untuk tidak lagi memegang ungkapan tersebut
sebagai bentuk ibadah kita kepada Alloh SWT. Rasululloh juga tidak pernah
mengajarkan kita untuk bermalas-malasan ketika berpuasa bukan?.
Sebaliknya,
alangkah lebih bijak apabila waktu-waktu yang kita gunakan untuk tidur tersebut
digunakan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat juga bernilai ibadah
tentunya (Selain tidur lho ya!) Berhubung pahala kita di bulan puasa ini
dilipat-gandakan berkali-kali, maka tidak ada salahnya untuk kita coba membaca
dan mengkaji kembali isi dari kitab suci Al-Qur’an kita. Jika di hari-hari
biasa membaca al-qur’an hanya mendapat 1 pahala kebaikan yang kemudian
dilipatkan menjadi sebanyak 10 pahala kebaikan untuk satu huruf saja maka dibulan
puasa ini bisa digandakan SAMPAI 700
KALI LIPAT!!!! *BOOOMMMM!!!!
Hal ini
sesuai dengan sebuah Hadits dari baginah Nabi SAW yang artinya:
“Semua amalan anak adam dilipatgandakan
(balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.”
Allah SWT berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang
langsung membalasnya.Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena
Aku.” (HR. Muslim)
Mungkin
dihari-hari biasa kita jarang sekali memegang dan membaca AL-Qur’an. Maka
dibulan yang suci dan penuh berkah ini marilah kita sama-sama untuk berubah
menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sesering mungkin kita luangkan waktu
sebentar untuk membuka lalu membaca Al-qur’an secara perlahan.
Kalau
saja untuk menonton Video di You Tube kita tahan banting berjam-jam kenapa
untuk melirik saja ke Al-Qur’an kita enggan?.
Kalau
saja untuk membaca pesan lama dari mantan sanggup membuat kita mengharu biru
meneteskan air mata kenapa dengan pesan-pesan dari Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang yang begitu amat sangat enggan menyaksikan kita terjerumus
kedalam siksaan api neraka kita tidak pernah berselera?.
Jangan
pernah takut ketika seisi dunia membencimu. Jangan pernah takut ketika seluruh
penghuni bumi mencela dan mencibirmu tapi takutlah ketika Allah SWT mencabut
satu saja nikmat yang telah ia anugerahkan kepadamu.
Berhubung
rasa penasaran saya sudah terbayarkan. Juga sepertinya waktu adzan masih
tinggal… enam jam lagi (masih lama coeg!!!) mungkin sampai disini dulu
perbincangan kita. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Kalau ada salah-salah kata
atau penulisan itu dari ke khilafan diri saya sendiri. Sedang untuk lebihnya
itu datangnya langsung dari Allah SWT.
Ah ya,
pesan saya yang terakhir jangan mudah percaya kepada hal-hal yang belum jelas
kebenarannya. Terlebih ketika di era milenium seperti saat ini. dimana semua
alat komunikasi sudah begitu canggih, tekhnologi sudah semakin berkembang
pesat, maka akan sangat mudah sekali bagi seseorang untuk memanipulasi lalu
menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya.
Wallahu a’lam bishawab, wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.


0 komentar:
Posting Komentar